
Warga Padang yang berencana ikut car free day pagi ini, Minggu 18 Oktober 2026, harus menunda niatnya. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat mengumumkan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) ditiadakan sementara karena kualitas udara Kota Padang masuk kategori berbahaya akibat kabut asap. Keputusan resmi ini berarti CFD Padang ditiadakan untuk hari ini, dan warga diminta tidak datang ke lokasi seperti biasa.
Pengumuman penghentian sementara tersebut dikeluarkan pada Sabtu (17/10/2026) dan ditandatangani langsung oleh Kepala Dispora Sumatera Barat, Tasliatul Fuadi. Keputusan diambil berdasarkan rilis data pantauan kualitas udara beberapa hari terakhir dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat.
"Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Padang terpantau 324 dengan kategori berbahaya," demikian keterangan dalam pengumuman Dispora Sumbar.
CFD Dibuka Lagi Setelah ISPU Membaik
Penghentian CFD kali ini bersifat sementara. Dispora Sumbar menegaskan pelaksanaan HBKB akan kembali diinformasikan setelah kondisi kualitas udara di wilayah Kota Padang dinyatakan membaik.
"Sementara waktu dihentikan, nanti diinformasikan kembali apabila ISPU di Wilayah Kota Padang kembali membaik," tulis pengumuman tersebut.

Ini bukan kali pertama CFD Padang kandas gara-gara asap. Sebelumnya, pelaksanaan CFD di Kota Padang juga pernah ditiadakan pada 20 September 2026 karena kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut. Artinya, dalam waktu kurang dari sebulan, warga Padang sudah dua kali kehilangan agenda olahraga mingguan mereka.
Kondisi Asap Juga Melanda Sejumlah Wilayah Lain
Padang bukan satu-satunya daerah yang bergelut dengan asap. BMKG dalam prakiraan cuacanya untuk Minggu (18/10/2026) menyebut Palangka Raya berpotensi mengalami asap atau kabut, sementara Gorontalo dan Kendari berpotensi mengalami udara kabur. Kabut asap juga menjadi alasan ditetapkannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Sumatera Utara pada 16–21 Oktober lalu.
Di tengah kondisi yang masih relatif kering ini, BMKG menyebut awal musim hujan 2026/2027 mengalami keterlambatan di 529 Zona Musim (ZOM) — mencakup 61,08 persen wilayah Indonesia — dipengaruhi fenomena El Nino yang sangat kuat dan fase positif Indian Ocean Dipole (IOD).

Imbauan untuk Warga Padang
Dengan kualitas udara yang tidak sehat, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Bila terpaksa keluar rumah, kenakan masker — terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Pembaca Klik Fakta yang mengalami gangguan pernapasan atau iritasi mata berkepanjangan selama kabut asap, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga: Karhutla Bromo Tewaskan 4 Petugas Pemadam Api · PJJ Sumut 16–21 Oktober: Sekolah di Rumah Akibat Kabut Asap
FAQ
Apakah CFD Padang ditiadakan permanen?
Tidak. Penghentian bersifat sementara dan akan dibuka kembali setelah ISPU Kota Padang membaik, sesuai pengumuman Dispora Sumatera Barat.
Kapan CFD Padang digelar kembali?
Belum ada tanggal pasti. Dispora Sumbar menyatakan akan mengumumkan kembali pelaksanaannya begitu kualitas udara dinyatakan membaik.
Berapa ISPU Kota Padang sehingga CFD ditiadakan?
Berdasarkan pantauan Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, ISPU Kota Padang mencapai 324 yang masuk kategori berbahaya.
Apa yang harus dilakukan warga saat kualitas udara berbahaya?
Kurangi aktivitas di luar ruangan dan kenakan masker saat beraktivitas di luar. Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila mengalami sesak napas atau iritasi mata.




