Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Stadium Nasional Bukit Jalil diguyur hujan deras. Tapi sekitar 63.000 penonton tidak bergeming dari tempat duduknya. Mereka datang untuk satu nama: Siti Nurhaliza — dan malam itu, diva Malaysia tersebut berbagi panggung dengan dua bintang Indonesia, Lesti Kejora dan King Nassar, dalam Konser Tradisional Gema Bumantara.
Dilaporkan Antara, duet mereka dalam konser Lesti Kejora dan Siti Nurhaliza menjadi salah satu momen yang paling menuai pujian. Keduanya membawakan lagu-lagu tradisional dengan penuh pesona, membuktikan bahwa akar budaya serumpun masih punya daya pikat luar biasa di atas panggung megah.
Malam Hujan, Panggung Tetap Menyala
Konser dimulai pukul 20.30 dan berlangsung sekitar tiga jam, dengan lebih dari 30 lagu klasik dan tradisional Melayu. Tarian zapin, pertunjukan wayang kulit, dan peragaan busana warisan melengkapi setiap nomor lagu — menjadikan Gema Bumantara konser solo pertama Siti di stadion ikonik itu yang sepenuhnya mengusung konsep musik tradisional.
Hujan yang turun sepanjang acara justru menambah dramatis suasana. Sebagian penonton terpaksa mengenakan jas hujan, namun tak satu pun beranjak hingga lagu terakhir. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pun hadir, duduk berdampingan dengan suami Siti, Khalid Mohamad Jiwa, sambil sesekali terlihat mengenakan ponco hujan.
Sehari setelah konser, Anwar menyampaikan pujian lewat media sosialnya. Ia menyebut pertunjukan itu sebagai perayaan indah atas kekayaan warisan seni Nusantara, sekaligus mengapresiasi para penggemar yang setia bertahan hingga akhir.
Menariknya, Siti sempat membuat penggemar khawatir sehari sebelum konser. Lewat InstaStory, ia membagikan foto luka kecil di dekat mata kanannya tanpa penjelasan detail, hanya menulis doa agar segala urusan dipermudah. Malam harinya, ia tampil prima selama tiga jam penuh seolah tak terjadi apa-apa.
Lesti dan King Nassar: Duta Dangdut di Panggung Tradisional
Kehadiran dua penyanyi Indonesia bukan kebetulan. Saat mengumumkan konser pada Agustus 2026, Siti menjelaskan bahwa Lesti Kejora dan King Nassar dipilih karena keduanya memiliki basis musik tradisional yang kuat — meski dikenal lewat jalur dangdut — dan pernah mendapat didikan dari almarhum maestro Pak Ngah Suhaimi.
Selain keduanya, panggung Gema Bumantara juga dimeriahkan Noraniza Idris — sang "Ratu Irama Malaysia" — yang reuni membawakan "Hati Kama" bersama Siti, lagu dari album Seri Balas (1999) yang sudah 26 tahun tidak mereka bawakan berduet. Penyanyi muda Haziq Rosebi melengkapi daftar tamu sebagai wakil generasi penerus lagu-lagu warisan.
Jembatan Budaya Indonesia–Malaysia
Ada yang istimewa dari malam itu, melampaui sekadar konser. Ketika Lesti — dengan cengkok dangdutnya yang khas — menyatu dalam aransemen lagu tradisional Melayu bersama Siti, batas negara seakan melebur. Musik menjadi bahasa bersama dua bangsa serumpun yang kerap diwarnai perdebatan soal klaim budaya.
Siti sendiri menegaskan lewat konser ini bahwa warisan tradisional harus terus dihidupkan agar dinikmati generasi muda. Dan kehadiran puluhan ribu penonton yang rela kehujanan menjadi bukti: selera publik untuk musik akar ternyata belum padam, hanya menunggu panggung yang layak.
Bagi Lesti, penampilan ini kian mengukuhkan posisinya sebagai penyanyi Indonesia yang diterima hangat di Malaysia — sebuah jembatan budaya yang dibangun bukan lewat pernyataan resmi, melainkan lewat nada dan harmoni.
FAQ
Kapan Konser Tradisional Gema Bumantara digelar?
Sabtu malam, 17 Oktober 2026, di Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.
Siapa saja artis tamu di konser tersebut?
Noraniza Idris, Haziq Rosebi, serta dua penyanyi Indonesia: Lesti Kejora dan King Nassar.
Berapa penonton yang hadir?
Sekitar 63.000 penonton, meski konser berlangsung di tengah hujan deras.
Lagu apa yang dibawakan Lesti Kejora dan Siti Nurhaliza?
Media melaporkan keduanya membawakan lagu-lagu tradisional dengan penuh pesona. Daftar lagu spesifik per nomor tidak dirilis resmi oleh penyelenggara.
Apakah konser ini berkaitan dengan Konser Legacy 30?
Ya. Gema Bumantara digelar sembilan bulan setelah Konser Legacy 30 Siti Nurhaliza (10 Januari 2026, sekitar 65.000 penonton) di lokasi yang sama — namun kali ini sepenuhnya berkonsep musik tradisional.
Tautan terkait: Penggemar konser akbar juga bisa membaca kabar konser BTS tiga malam di GBK Jakarta di Klik Fakta. Sumber: Pantau24 (rangkuman Antara), Life News Agency.





