
Semifinal Denmark Open 2026 menghadirkan satu nama Indonesia hari ini. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri — satu-satunya wakil Merah Putih yang tersisa — menantang pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang pada Sabtu (17/10/2026) di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark.
Taruhan malam ini bukan cuma tiket final turnamen BWF World Tour Super 750 berhadiah USD 950.000 itu. Bagi Fajar/Fikri, ini juga soal membayar dua kekalahan beruntun dari pasangan yang sama di Asian Games 2026 sebulan lalu.
Jadwal: Main Partai Keempat, Mulai 14.00 WIB
Rangkaian semifinal Denmark Open 2026 bergulir hari ini mulai pukul 14.00 WIB. Fajar/Fikri dijadwalkan turun pada partai keempat, sehingga waktu pastinya mengikuti durasi tiga pertandingan sebelumnya. Pantau terus jalannya pertandingan untuk perkiraan waktu tampil mereka.
Sebagai konteks, turnamen ini berlangsung 13–18 Oktober 2026. Partai final digelar Minggu (18/10/2026). Pemenang duel Fajar/Fikri vs Liang/Wang akan menghadapi pemenang semifinal ganda putra lainnya di partai puncak.
Modal Fajar/Fikri: Belum Kehilangan Satu Gim
Perjalanan Fajar/Fikri di Odense sejauh ini nyaris sempurna. Pasangan unggulan ketiga itu memenangi tiga pertandingan berturut-turut — semuanya dalam dua gim langsung:
- 32 besar: Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) — 24-22, 21-14
- 16 besar: Christian Faust Kjaer/Rasmus Kjaer (Denmark) — 21-19, 21-10
- Perempat final: Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul (Thailand) — 21-17, 21-16
Di perempat final kemarin, Fajar/Fikri sempat tertinggal 10-11 di interval gim pertama dan kejar-mengejar hingga 17-17. Tapi empat poin beruntun menutup gim pembuka 21-17, lalu gim kedua diamankan 21-16.
"Untuk pertandingan tadi tidak mudah melawan pasangan Thailand, mereka bermain sangat baik selain memang laju shuttlecock hari ini cukup kencang," kata Fajar lewat keterangan PBSI, Jumat kemarin. Ia mengakui beberapa pukulannya keluar terlalu panjang di dua gim.
Liang/Wang: Unggulan Kedua yang Dipaksa Rubber Game
Lawan di seberang net jelas bukan lawan sembarangan. Liang Wei Keng/Wang Chang berstatus unggulan kedua turnamen ini. Namun langkah mereka ke semifinal lebih berliku: di perempat final, pasangan China itu dipaksa rubber game oleh Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia, unggulan 6) sebelum menang 18-21, 21-18, 21-15.
Artinya, dari sisi kebugaran, Liang/Wang datang dengan modal yang lebih terkuras. Sementara Fajar/Fikri masih punya catatan bersih: enam gim dimainkan, enam gim dimenangkan.
Rekor Pertemuan: 5-3 untuk Indonesia
Dari delapan pertemuan kedua pasangan, Fajar/Fikri unggul 5-3. Tapi dua pertemuan terakhir — dua-duanya di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya — dimenangkan Liang/Wang, dan dua-duanya lewat rubber game:
- Final beregu putra, Asian Games 2026: Fajar/Fikri kalah 20-22, 21-19, 14-21
- Semifinal perorangan, 28/9/2026: Fajar/Fikri kalah 17-21, 21-13, 9-21 (Indonesia meraih perunggu)
Sebelum itu, justru Fajar/Fikri yang menang — termasuk di semifinal Denmark Open 2025 (21-15, 21-18) dan semifinal China Open 2026 (21-19, 14-21, 21-19). Artinya pola pertemuan ini selalu ketat; tak ada satu pun yang dominan mutlak.
"Ketemu pasangan China kami ingin membalas kekalahan dua kekalahan di Asian Games kemarin," kata Fajar. Tapi ia juga menegaskan: "Siapa pun lawannya kami harus fokus dan siap memberikan yang terbaik."

Senjata Rahasia: Laju Kok yang Kencang
Di sinilah ada hal menarik yang jarang disorot. Fikri sendiri yang membeberkan kunci taktisnya — dan itu soal kok, bukan teknik rahasia.
"Dari segi permainan pasti ada perbedaan dengan pertemuan sebelumnya di Asian Games. Di Nagoya laju bola cukup berat sedangkan di sini kencang, jadi tadi kami nggak banyak rally, lebih banyak pukulan satu-duanya dan mereka lebih kewalahan menghadapinya, mereka tertekan terus," ujar Fikri.
Permainan flat "pukulan satu-dua" ala Fajar/Fikri memang dirancang untuk kok yang melaju kencang: reli dipangkas, serangan datang beruntun, dan lawan tidak diberi waktu bernapas. Di Nagoya, kok yang berat memaksa mereka meladeni reli panjang — wilayah yang justru dikuasai pasangan China. Di Odense, panggungnya berpihak pada Indonesia.
Kalau senjata itu berjalan seperti di tiga pertandingan sebelumnya, misi revans ini bukan sekadar soal dendam. Ini revans yang secara taktis lebih menguntungkan Indonesia.
Satu-satunya Harapan Indonesia
Fajar/Fikri memang menanggung beban lebih malam ini. Mereka adalah satu-satunya wakil Indonesia di semifinal Denmark Open 2026 setelah Putri Kusuma Wardani kalah dari Wang Zhi Yi (17-21, 16-21) dan Alwi Farhan tumbang dari Anders Antonsen (17-21, 16-21) di perempat final.
Satu kemenangan lagi, dan Indonesia punya finalis di Odense. Gagal, dan perjalanan Merah Putih di turnamen ini berhenti di empat besar.

FAQ: Semifinal Denmark Open 2026
Kapan Fajar/Fikri main semifinal?
Sabtu, 17 Oktober 2026. Sesi semifinal mulai 14.00 WIB dan Fajar/Fikri dijadwalkan pada partai keempat — waktu pastinya menunggu selesainya tiga pertandingan sebelumnya.
Siapa lawan Fajar/Fikri di semifinal?
Liang Wei Keng/Wang Chang dari China, pasangan unggulan kedua. Rekor pertemuan: Fajar/Fikri unggul 5-3, tapi dua pertemuan terakhir (Asian Games 2026) dimenangkan pasangan China.
Kapan final Denmark Open 2026 digelar?
Partai final dijadwalkan Minggu, 18 Oktober 2026 di Jyske Bank Arena, Odense.
Apakah masih ada wakil Indonesia lain di semifinal?
Tidak. Fajar/Fikri adalah satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke semifinal setelah wakil-wakil lain gugur di babak sebelumnya.
Baca juga: Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Akhiri Penantian 35 Tahun
Dipublikasikan: 17 Oktober 2026
---



