Konferensi pers peluncuran Bali Tech Week 2026 di kantor Komdigi, Jakarta (foto: Faktual Indonesia)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi meluncurkan Bali Tech Week 2026, ajang yang disebut sebagai flagship technology event Indonesia. Gelaran lima hari ini akan berlangsung 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali — menggabungkan 13 kegiatan teknologi dalam satu rangkaian besar.

Peluncuran diumumkan lewat jumpa pers di kantor Komdigi, Jakarta, pada Selasa (13/10/2026). Yang membuat ajang ini beda dari konferensi teknologi biasa: Bali Tech Week 2026 bukan satu event tunggal, melainkan payung bagi 13 anchor event yang selama ini berjalan sendiri-sendiri — mulai dari summit startup, forum kebijakan ekonomi digital, hingga konferensi keamanan siber dan aset digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan targetnya bukan sekadar kumpul-kumpul komunitas. "Bali Tech Week 2026 hadir sebagai flagship technology event Indonesia untuk semakin memperkuat kepercayaan investor, pelaku industri, dan komunitas teknologi global terhadap potensi Indonesia," ujarnya dalam keterangan pers.

Bukan sekadar konferensi

Komdigi mematok target ambisius: lebih dari 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional dari lebih dari 30 negara. Data panitia per 13 Oktober mencatat sudah 1.785 pendaftar dan 1.762 peserta terkonfirmasi, termasuk 135 peserta internasional.

Foto ilustrasi suasana acara teknologi di pusat konvensi

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menyebut Bali Tech Week menyatukan berbagai sektor: konektivitas, infrastruktur, kebijakan, pengembangan pasar, kecerdasan artifisial (AI), hingga investasi. Pemerintah berharap ajang ini menghasilkan kemitraan konkret lewat business matchmaking, dialog kebijakan, dan pertemuan investor — bukan cuma sesi panel.

Tiga arah transformasi digital yang diusung Komdigi lewat ajang ini: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Tujuannya, menjadikan Bali Tech Week agenda teknologi unggulan Indonesia yang dikenal internasional, sekaligus mendorong ekonomi digital yang kompetitif, aman, dan berkelanjutan.

13 agenda dalam satu minggu

Berikut 13 anchor event yang dihimpun dalam Bali Tech Week 2026: BTW Con, Telkom Sovereign Tech Summit, HUB.ID Summit, IGDX 2026 (gim), KORIKA AIIS 2026 (AI), ITSEC AICX 2026 (keamanan siber), Tokocrypto Digital Summit (aset digital), Digital Economy Policy Forum, Endeavor Global Forum, Bali Capital Circle, Foundry Collective Incubator Launch, Sira Village Excursion Trip, dan UDImpact.

Salah satu yang paling disorot: KORIKA AIIS 2026 (The 6th Artificial Intelligence Impact Summit) yang digelar 21–22 Oktober dengan tema "Sovereign AI for Indonesia 2045". Summit ini menargetkan 100–150 pengambil keputusan dari pemerintah, industri, dan akademisi, plus sekitar 1.000 peserta daring — dengan pesan bahwa Indonesia perlu beralih dari wacana AI ke eksekusi AI. Baca juga penjelasan Klik Fakta soal tren AI agent di 2026.

Dari sisi industri, Telkom Indonesia menekankan penguatan konektivitas yang dibarengi pengembangan pusat data, komputasi awan, dan pemanfaatan AI untuk kebutuhan dunia usaha. Sementara Telkomsel dan GoTo menyoroti pentingnya teknologi yang memberi manfaat nyata bagi UMKM, pelaku industri, mitra usaha, dan masyarakat.

Target investasi dan angka ekonominya

Ada alasan kenapa Komdigi ngotot soal kepercayaan investor. Laporan e-Conomy SEA 2025 (disusun Google, Temasek, dan Bain & Company) memperkirakan nilai transaksi bruto (GMV) ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$99 miliar pada 2025, tumbuh 14 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka itu diproyeksikan menembus US$180 miliar pada 2030.

Foto ilustrasi panggung utama konferensi teknologi

Tapi pasar besar belum tentu diiringi investasi yang sehat. Kompilasi data DS Group per 5 Oktober 2026 mencatat pendanaan startup Indonesia yang diumumkan mencapai US$392 juta sepanjang 2026 — melampaui total US$358 juta sepanjang 2025, atau naik sekitar 9,5 persen. Namun jumlah transaksinya baru 24, jauh di bawah 97 transaksi sepanjang tahun lalu. Artinya, nilai investasi naik tapi belum merata — pendanaan menumpuk di segelintir startup.

Di sinilah Bali Tech Week diposisikan: panggung untuk mempertemukan kebutuhan proyek industri dalam negeri dengan modal dan teknologi global. Danantara Indonesia bahkan menyiapkan forum terpisah, Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada 26–28 Oktober di Jakarta, yang menyasar enam sektor strategis termasuk AI, semikonduktor, dan infrastruktur digital.

Apa artinya buat publik?

Buat masyarakat umum, manfaat langsung ajang sebesar ini memang tidak instan. Tapi ada dua hal yang layak dicatat. Pertama, kalau business matchmaking-nya berhasil, dampaknya terasa lewat lapangan kerja dan layanan digital yang lebih baik — dari konektivitas sampai layanan keuangan digital. Kedua, Bali Tech Week menandai pergeseran cara pemerintah memandang teknologi: bukan lagi sekadar urusan gadget dan aplikasi, tapi mesin pertumbuhan ekonomi yang butuh panggung sebesar ini.

Yang jelas, mulai 19 Oktober nanti, mata komunitas teknologi dunia akan tertuju ke Sanur. Tinggal dibuktikan: apakah 13 event dalam satu payung ini benar-benar melahirkan kemitraan konkret, atau berhenti sebagai festival tahunan.

FAQ

Kapan dan di mana Bali Tech Week 2026 digelar?
19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali. Peluncurannya diumumkan Komdigi pada 13 Oktober 2026.

Apa saja event yang tergabung dalam Bali Tech Week 2026?
Ada 13 anchor event, di antaranya BTW Con, Telkom Sovereign Tech Summit, HUB.ID Summit, IGDX 2026, KORIKA AIIS 2026, ITSEC AICX 2026, Tokocrypto Digital Summit, dan Digital Economy Policy Forum.

Berapa target peserta Bali Tech Week 2026?
Lebih dari 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional dari lebih dari 30 negara. Per 13 Oktober, sudah 1.762 peserta terkonfirmasi.

Apa itu KORIKA AIIS 2026?
The 6th Artificial Intelligence Impact Summit, bagian dari Bali Tech Week, digelar 21–22 Oktober 2026 bertema "Sovereign AI for Indonesia 2045". Fokusnya: membawa AI dari wacana ke penerapan nyata di perbankan, telekomunikasi, dan infrastruktur digital.

Artikel ini dipublikasikan pada 18 Oktober 2026. Sumber: keterangan pers Komdigi (13/10/2026) via Faktual Indonesia, ItWorks.id, dan Tiga Pilar News.