Dari lereng Gunung Bromo sampai Pulau Madura. Lebih dari 180 kilometer. Tanpa sekalipun berhenti mengisi daya. Itu tantangan yang baru saja dilempar Yadea Indonesia kepada motor listrik GT80, dalam kampanye bertajuk Yadea Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge.
Rute yang dipilih bukan rute mudah. Perjalanan dimulai dari Lereng Bromo Hotel menuju Bukit Cinta Bromo, lalu melintasi Nongkojajar, Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya. Di Surabaya, rombongan singgah di dealer Yadea Kapas Krampung, sebelum lanjut menyeberangi Jembatan Suramadu hingga garis finis di Bebek Sinjay, Bangkalan, Madura.
Pilihan jalurnya jelas disengaja. Kawasan Bromo menghadirkan tanjakan, turunan, dan perubahan ketinggian yang dikenal menguras baterai. Rute menuju Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya menawarkan lalu lintas antarkota yang ramai. Lalu penyeberangan Suramadu menambah porsi perjalanan panjang berkecepatan stabil. Semua karakter jalan itu dirangkum dalam satu perjalanan.
"Rute ini menghadirkan kombinasi kondisi perjalanan yang beragam untuk melihat bagaimana kendaraan menghadapi beragam kondisi perjalanan yang nyata," ujar Andy Luo, VP & GM Sales Marketing Yadea Indonesia, dalam keterangan yang dikutip sejumlah media otomotif.
Tantangan Masih Berjalan, Hasil Dinantikan
Perlu dicatat: tantangan ini masih berjalan. Melalui kampanye One Charge. One Journey. 180KM+, Yadea mengajak masyarakat mengikuti perjalanan GT80 dan menantikan hasilnya — apakah target lebih dari 180 kilometer benar-benar tercapai dalam kondisi nyata. Jadi, ini pembuktian yang sedang berlangsung, bukan hasil akhir yang sudah dikunci.
Ini bukan uji jarak jauh pertama Yadea di Indonesia. Sebelumnya, dalam tantangan 150KM+ Challenge rute Bandung–Bogor di Tanah Air, dua model lain sudah dijajal: Yadea OSTA P mencatat 153 kilometer dengan sisa baterai 13 persen, sementara VELAX U mencapai 156 kilometer dengan sisa baterai 23 persen. Pengujian itu dilakukan tanpa pengisian daya di tengah rute, dengan odometer dipantau langsung oleh jurnalis yang ikut serta.
Spesifikasi Baterai dan Klaim Jarak Tempuh
Untuk misi Bromo–Madura kali ini, GT80 dibekali baterai standar 72V 50Ah dengan klaim jarak tempuh hingga 120 kilometer. Target 180+ kilometer jelas tak mungkin dicapai dengan konfigurasi itu, sehingga GT80 dilengkapi opsi baterai tambahan 30Ah. Kapasitas totalnya naik menjadi 72V 80Ah, dengan klaim jarak tempuh hingga 190 kilometer berdasarkan pengujian WMTC (World Motorcycle Test Cycle).
WMTC sendiri adalah standar pengujian internasional yang mengukur konsumsi energi kendaraan lewat siklus berkendara tertentu di laboratorium. Angkanya berguna sebagai pembanding, tapi bukan janji jarak tempuh di jalan raya. Jarak aktual tetap dipengaruhi kondisi jalan, cuaca, lalu lintas, beban, ketinggian, dan gaya berkendara.
Di atas kertas, motor penggerak GT80 menghasilkan daya kontinu 3.000 watt dengan daya puncak 5.000 watt. Pengeremannya mengandalkan rem cakram ganda dengan CBS (combi brake system), dan suspensi hidraulis terpasang di depan maupun belakang.
Kenapa 180 Km Ini Penting
Kecemasan soal jarak (range anxiety) masih jadi alasan utama orang ragu beralih ke motor listrik. Selama ini motor listrik sering dianggap cocoknya cuma untuk wara-wiri dalam kota. Tantangan seperti ini — kalau benar-benar berhasil — perlahan menggeser anggapan itu, setidaknya untuk segmen skutik listrik kelas atas.
Tapi ada catatan yang perlu dipegang pembaca. Ini adalah uji yang dirancang dan difasilitasi pabrikan, dengan kondisi yang dikontrol sedemikian rupa. Hasilnya belum tentu sama dengan pemakaian harian: macet-macetan di kota, boncengan, atau gaya gas-rem yang agresif. Jadi perlakukan klaim ini sebagai gambaran potensi, bukan pengalaman yang pasti dialami semua pemilik.
Terlepas dari itu, langkah Yadea menunjukkan satu hal: perang motor listrik di Indonesia tidak lagi soal siapa paling murah, tapi siapa paling bisa dipercaya soal jarak. Dan satu-satunya cara membuktikannya adalah turun ke jalan — dari gunung sampai ke pulau.
Baca juga perkembangan teknologi lainnya: Google kini memanfaatkan Gemini Nano di Android untuk mendeteksi SMS penipuan secara langsung di perangkat — Android Melawan Penipu: Gemini Nano Deteksi SMS Scam
Sumber: Rockomotif (17/10/2026), Cirebon Times (18/10/2026)
FAQ
Apa itu tantangan Yadea Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge?
Tantangan uji jarak tempuh yang digelar Yadea Indonesia untuk motor listrik GT80, menargetkan perjalanan lebih dari 180 kilometer dari kawasan Gunung Bromo ke Pulau Madura dalam sekali pengisian daya.
Rute apa saja yang dilalui?
Lereng Bromo Hotel – Bukit Cinta Bromo – Nongkojajar – Pasuruan – Sidoarjo – Surabaya (singgah di dealer Yadea Kapas Krampung) – Jembatan Suramadu – Bebek Sinjay, Bangkalan, Madura.
Berapa kapasitas baterai Yadea GT80?
Baterai standar 72V 50Ah dengan klaim 120 kilometer. Untuk tantangan ini digunakan opsi baterai tambahan 30Ah, sehingga total 72V 80Ah dengan klaim hingga 190 kilometer menurut pengujian WMTC.
Apakah hasil tantangannya sudah keluar?
Per pemberitaan 17–18 Oktober 2026, tantangan masih berjalan dan Yadea mengajak publik menantikan hasilnya.




