Minggu (18/10/2026) dini hari, ratusan aparat gabungan Polri dan BNN bergerak serentak ke sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta dan Tangerang. Razia tempat hiburan malam PIK dan Jakarta Timur ini menyasar empat lokasi sekaligus. Hasilnya: sembilan pengunjung positif narkoba.
462 Personel, Dua Klaster Operasi
Operasi dipimpin langsung Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Kristian Parluhutan Siagian bersama Plt Deputi Pemberantasan BNN Adri Irniadi. Total 462 personel dikerahkan, dengan rincian: 146 personel Dittipidnarkoba Bareskrim, 95 personel Sabhara, 32 personel Provos, 29 personel Paminal, dan 160 personel BNN RI.
Tim dibagi dua klaster. Klaster pertama menyisir Jakarta Timur, klaster kedua bergerak di kawasan PIK 1 Penjaringan (Jakarta Utara) dan PIK 2 Kosambi (Tangerang). Empat lokasi yang disasar: Helen’s Night Mart Cibubur, Hades VIP, The 21 Club di kawasan PIK, serta karaoke KAIXIN. Operasi berlangsung dari Sabtu (17/10) malam hingga Minggu dini hari.
Etomidate dalam Cartridge Pods Jadi Temuan di PIK 2
Di sebuah kelab malam kawasan PIK 2, petugas menemukan sejumlah cartridge pods yang dicurigai berisi etomidate — zat yang belakangan dikemas terselubung dalam cairan rokok elektrik. Lima orang kedapatan membawa barang tersebut: tiga warga negara asing asal Tiongkok dan dua perempuan warga negara Indonesia. Dari barang bawaan mereka, petugas juga menemukan dua bungkus alat kontrasepsi.
Penggerebekan di PIK 2 berlangsung sekitar pukul 02.40 WIB. Petugas memblokir akses keluar-masuk, memeriksa identitas, badan, barang bawaan, hingga ruangan VIP satu per satu. Seluruh pengunjung yang terjaring langsung menjalani tes urine di tempat.
Sembilan Positif: Enam di PIK, Tiga di Jakarta Timur
Hasil skrining menunjukkan sembilan orang positif etomidate dan amfetamin (sabu). Rinciannya: enam orang terjaring di klaster PIK, tiga orang di Jakarta Timur. Keterangan itu disampaikan Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri AKBP Ivan Adhitira di lokasi.
“Sembilan orang terdiri dari tiga di Jakarta Timur dan enam di PIK,” ujar Ivan, Minggu (18/10/2026).
Asesmen BNN Menentukan Langkah Berikutnya
Kesembilan orang kini menjalani asesmen oleh BNN. Proses ini menentukan status masing-masing: apakah mereka murni pengguna yang membutuhkan rehabilitasi, atau terafiliasi jaringan peredaran narkoba.
Langkah ini penting. Penindakan di tempat hiburan malam kerap berhenti di angka “positif tes urine” — padahal tindak lanjutnya yang menentukan apakah operasi benar-benar memutus rantai peredaran, bukan sekadar razia seremonial.
Selain razia narkoba, aparat juga kerap turun tangan dalam bentrokan antar-kelompok di kota besar — seperti bentrok debt collector vs ormas di Bandung yang terjadi baru-baru ini.
FAQ
Kapan razia berlangsung?
Sabtu (17/10/2026) malam hingga Minggu (18/10/2026) dini hari, di Jakarta Timur, PIK 1 Penjaringan, dan PIK 2 Tangerang.
Berapa orang yang positif narkoba?
Sembilan orang: enam di klaster PIK dan tiga di Jakarta Timur. Hasil skrining menunjukkan positif etomidate dan amfetamin (sabu).
Apa itu etomidate?
Menurut laporan di lokasi, etomidate adalah zat yang disalahgunakan dengan dikemas terselubung dalam cairan cartridge pods rokok elektrik. Modus ini menjadi fokus operasi kali ini.
Apa yang terjadi pada kesembilan orang tersebut?
Mereka menjalani asesmen oleh BNN untuk menentukan apakah hanya pengguna — yang berarti direhabilitasi — atau terafiliasi jaringan peredaran narkoba.
Lokasi mana saja yang dirazia?
Helen’s Night Mart Cibubur, Hades VIP, The 21 Club di kawasan PIK, karaoke KAIXIN, plus pengembangan ke diskotek di PIK 1 dan sebuah kelab malam di PIK 2.
Sumber: journalreportase.com, jurnalpatrolinews.co.id, bsiNews.id (18/10/2026).




