Antrean sepeda motor mengular di SPBU saat Pertalite kosong

Pertalite kosong di sejumlah SPBU Jawa Timur dan Bali. Sejak awal Oktober 2026, warga Surabaya, Malang, Jember, Blitar, hingga Bali harus mengantre panjang — dan tak sedikit yang pulang dengan tangki tetap kosong.

Kondisinya memuncak pada Kamis (15/10/2026). Radio Suara Surabaya mencatat, dalam rentang pukul 00.00–10.50 WIB saja, Pertalite dilaporkan kosong di sembilan SPBU di Surabaya: SPBU Tidar, Arjuno, Margorejo, Nginden, Bratang, Jemursari, Ngagel, Rajawali, dan Semarang. Di SPBU Jalan Arjuno dan Tidar, kekosongan bahkan sudah terjadi sejak Rabu (14/10) siang, menurut pantauan detikJatim yang dikutip Bloomberg Technoz.

Pertamina buru-buru menegaskan: stok BBM secara umum aman. Tapi di lapangan, warga merasakan sebaliknya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Penjelasan Pertamina: Warga Berbondong Pindah ke BBM Subsidi

Menurut Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, akar masalahnya bukan pasokan yang berhenti, melainkan pergeseran pola konsumsi. Banyak pengendara yang sebelumnya membeli Pertamax beralih ke Pertalite.

"Kita sama-sama pahami bahwa ada peralihan konsumsi dari produk non-subsidi seperti Pertamax ke bersubsidi seperti Pertalite. Tentunya ini menjadi jumlah yang perlu kita sesuaikan ulang pada saat kita merencanakan pengiriman ke masing-masing SPBU," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Kamis (15/10).

Ahad juga memastikan stok untuk wilayah Jember dan sekitarnya — yang disuplai Terminal BBM Tanjungwangi, Banyuwangi — dalam kondisi terjaga. Pertamina, kata dia, terus menyesuaikan penyaluran dengan kuota penugasan dari pemerintah pusat.

Di Malang, langkah konkret sudah diambil. Pertamina Malang menambah pasokan harian Pertalite dari 340 kiloliter menjadi 407 kiloliter per hari, menyusul lonjakan permintaan sekitar 8 persen.

"Stok untuk Kota Malang sudah kita tingkatkan dari rata-rata 340 kL per hari, kini naik menjadi 407 kL per hari. Itu sebagai antisipasi kita karena demandnya naik 7-8 persen," ujar Sales Area Manager Retail Malang, Angga Yodi Winata Putra, Jumat (16/10), seperti diberitakan ketik.com.

Data Pertamina per 15 Oktober 2026 mencatat 92 SPBU di Surabaya masih melayani Pertalite dan 73 SPBU melayani Biosolar.

Antrean kendaraan mengular di SPBU di tengah kelangkaan BBM bersubsidi

Kata Menteri ESDM: Stok Nasional Tinggal 16–18 Hari

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui stok BBM RON 90 atau Pertalite secara nasional memang turun — dari level 18–20 hari menjadi 16–18 hari. Penyebabnya, kata Bahlil, sama: migrasi konsumsi dari Pertamax ke Pertalite.

"Oh, sekarang lagi proses pencampuran kan... yang kurang dari 20 hari itu hanya RON 90. Kalau Solar, RON 92, RON 95, RON 98 itu no issue. Enggak ada masalah," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026), dikutip Bloomberg Technoz.

Ia berjanji mengembalikan stok Pertalite ke level 20 hari dalam waktu sekitar satu pekan, dan menegaskan cadangan 16–18 hari bukan berarti Indonesia kekurangan BBM.

Kenapa warga pindah ke Pertalite? Jawabannya sederhana: selisih harga. Pertalite dijual Rp10.000 per liter, sementara Pertamax Rp15.950 per liter — bedanya nyaris Rp6.000 per liter. Eni (42), warga Surabaya yang ditemui detikJatim, mengaku keberatan beralih ke Pertamax: "Kalau isi Pertamax Rp30 ribu dapatnya cuma hampir 2 liter. Kalau Pertalite bisa dapat 3 liter."

Pengendara mengantre membeli BBM di sebuah SPBU

Yang Belum Terjawab: Sampai Kapan Subsidi Menanggung Semua?

Catatan redaksi: bagian ini analisis editorial, bukan fakta terkonfirmasi. Pertamina sendiri mengakui distribusi menyesuaikan "kuota penugasan pemerintah pusat". Jika warga terus berbondong pindah ke BBM bersubsidi, pertanyaannya: berapa lama kuota subsidi bisa menanggung migrasi ini? Pemerintah belum mengumumkan rencana menyesuaikan harga atau kuota. Selama disparitas harga selebar ini bertahan, antrean di SPBU berpotensi berulang.

Untuk sementara, Pertamina mengimbau warga tidak panic buying. Di Malang, Pertamina menyebut kekosongan biasanya hanya sementara karena pengiriman dilakukan setiap hari.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Pertalite benar-benar langka secara nasional?

Tidak. Menteri ESDM menyebut hanya stok RON 90 yang turun ke 16–18 hari; solar serta Pertamax series disebut tidak bermasalah. Kelangkaan terjadi di titik-titik SPBU tertentu, terutama di Jatim dan Bali.

Kenapa Pertalite kosong di banyak SPBU Jatim?

Menurut Pertamina, terjadi peralihan konsumsi besar-besaran dari Pertamax ke Pertalite karena selisih harga yang lebar, sehingga pola distribusi ke tiap SPBU harus disesuaikan ulang.

Kapan pasokan kembali normal?

Menteri ESDM Bahlil berjanji mengembalikan stok nasional ke level 20 hari dalam waktu sekitar satu pekan sejak 16 Oktober 2026. Di Malang, Pertamina sudah menambah pasokan harian menjadi 407 kL.

Apa yang bisa dilakukan warga sementara ini?

Pertamina mengimbau tidak panic buying dan bijak menggunakan BBM. Cek ketersediaan stok di SPBU terdekat sebelum berangkat mengantre.

Dipublikasikan: 17 Oktober 2026.

---