Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pemalakan terhadap seorang sopir di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, mendadak viral di media sosial. Kasus pemalakan viral Batujajar ini tak butuh waktu lama untuk menyedot perhatian — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung buka suara dan menegaskan pelaku bakal ditindak.
Rekaman itu diunggah akun Instagram milik merek fesyen muslim lokal Rabbani, @rabbaniprofesorkerudung, pada Rabu (14/10/2026) siang. Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menyebut tim Rabbani Cimahi mengalami "penyerangan oleh oknum yang belum diketahui identitasnya".
Kronologi Pemalakan Batujajar Menurut Video yang Beredar
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berdiri persis di samping pintu pengemudi sebuah mobil. Saat kaca mobil terbuka sebagian, pria itu menunjuk-nunjuk ke arah pengemudi dengan tatapan melotot, lalu meminta sejumlah uang sembari melontarkan kata-kata kasar.
Pengemudi yang diduga sopir tim Rabbani berusaha menjelaskan bahwa dirinya hanya sedang bekerja dan tidak membawa uang. Alih-alih pergi, pria tersebut justru meninggikan nada bicara dan membentak pengemudi.
Grid.ID yang menayangkan ulang kejadian ini melaporkan, video tersebut juga disebut disertai perusakan kendaraan. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat — kawasan yang cukup ramai dilalui kendaraan niaga.
Dedi Mulyadi Buka Suara, Pelaku Diburu
Video tersebut memicu kegaduhan di jagat maya. Banyak warganet yang geram dan menuntut aparat bertindak tegas. Respons tak butuh waktu lama: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan.
Dedi Mulyadi menyatakan bakal bergerak cepat memburu pelaku. Sang gubernur pun optimistis pelaku segera tertangkap. "Saya yakin segera ditangkap," ujarnya, seperti dilaporkan Grid.ID.
Sikap tegas itu konsisten dengan gaya kepemimpinan Dedi yang memang kerap langsung merespons persoalan warganya — dari sidak pembangunan underpass hingga inspeksi kualitas udara Bandung Raya.
Mengapa Kasus Pemalakan Sering Bikin Geram?
Bukan kali ini saja aksi pemalakan di jalanan memantik amarah publik. Polanya nyaris selalu sama: pelaku beraksi terang-terangan, korban yang menolak malah diintimidasi, dan semuanya terekam kamera lalu viral.
Ada satu hal yang mempercepat kasus ini naik: video diunggah langsung oleh akun resmi sebuah merek fesyen muslim yang cukup dikenal. Rabbani adalah brand asal Bandung dengan jaringan toko luas, sehingga unggahannya menjangkau audiens besar dalam hitungan jam. Tekanan publik yang masif inilah yang biasanya memaksa aparat bergerak lebih cepat dari biasanya.
Yang membuat kasus Batujajar kali ini istimewa — korbannya adalah tim kerja sebuah perusahaan yang sedang bertugas. Sopir operasional jelas bukan orang yang membawa uang pribadi dalam jumlah besar. Aksi nekat semacam ini menunjukkan pelaku sudah tidak lagi peduli siapa korbannya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi dari kepolisian mengenai identitas maupun penangkapan pelaku. Klik Fakta akan memperbarui kabar ini begitu ada perkembangan lanjutan.
Apa yang Bisa Dilakukan Kalau Dipalak di Jalan?
Kasus semacam ini pelajaran buat semua pengendara. Kalau menghadapi situasi serupa, prioritaskan keselamatan diri dulu. Jangan meladeni adu mulut atau memancing emosi pelaku.
Rekam situasi bila memungkinkan — seperti yang dilakukan korban dalam video ini, bukti rekaman sangat membantu polisi melacak pelaku. Setelah itu, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau lewat layanan darurat 110.
FAQ
Di mana lokasi pemalakan yang viral itu?
Kejadiannya di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Rabu siang (14/10/2026).
Siapa korban pemalakan di Batujajar?
Menurut keterangan unggahan akun Instagram Rabbani, korban adalah sopir tim Rabbani Cimahi yang sedang bertugas.
Apa kata Dedi Mulyadi soal pemalakan viral Batujajar?
Gubernur Jawa Barat itu buka suara, menyatakan akan memburu pelaku, dan yakin pelaku segera ditangkap.
Sudahkah pelaku pemalakan Batujajar ditangkap?
Hingga 16 Oktober 2026, belum ada pernyataan resmi kepolisian soal penangkapan. Perkembangannya masih menunggu konfirmasi aparat.
Catatan redaksi: Artikel ini disusun dari laporan media dan unggahan akun Instagram @rabbaniprofesorkerudung. Klik Fakta tidak menampilkan kembali ujaran kasar dalam video. Fakta yang ditulis adalah yang terverifikasi dari sumber yang dirujuk; detail yang belum terkonfirmasi dari pihak kepolisian sengaja tidak diklaim.
---



